ARTI KEBAIKAN

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Sahabat-sahabat anggota PGR-YCB, para simpatisan, kaum muslimin & muslimat yang berbahagia. Segala puji kita panjatkan hanya untuk Allahu Akbar, yang dengan karunia-Nya kita dapat berkumpul di tempat ini untuk mengikuti Pengkajian Agama Islam (Musyawarah Ulama) pada malam hari ini.

Sahabat-sahabat sekalian, hampir menjadi dambaan bagi setiap manusia, harapan untuk mendapatkan “KEBAIKAN” dalam menjalani kehidupannya di dunia, namun terkadang kebanyakan manusia melupakan atau tidak mengerti dalam menafsirkan arti “KEBAIKAN”. Dalam menafsirkan “KEBAIKAN” kebanyakan manusia lebih cenderung kepada hal-hal yang bersifat kecukupan materi dalam memenuhi kebutuhan hidupnya (kelayakan hidup/hidup yang layak).

Kembali apabila kita mau membaca “Buku Tuntunan Pendekatan Diri kepada Allahu Akbar guna usaha mencapai keselamatan di dunia dan di akhirat” pada bab I pasal 1, menjelaskan tentang pengertian agama menurut pengkajian, disitu disebutkan : “Agama adalah suatu aturan untuk mengatur manusia agar mendapatkan “kebaikan” yaitu keselamatan di dunia dan di akhirat.”
Menurut saya pengertian dari “KEBAIKAN” itu adalah : “KESELAMATAN DI DUNIA dan KESELAMATAN DI AKHIRAT”.

Jelas sekali untuk mendapatkan keselamatan di dua tempat yang berbeda itu manusia haruslah di dalam menjalani kehidupannya dengan beragama (menggunakan aturan yang dibuat oleh Yang Maha Pengatur/Maha Pencipta). Selanjutnya agama yang wajib dipakai (dianut) adalah agama Islam, yang sengaja Allah Yang Maha Besar (Allahu Akbar) turunkan serta meridhoinya untuk manusia.
Usaha untuk mendapatkan keselamatan di dunia : Manusia haruslah mampu melaksanakan segala bentuk tugas-tugas khalifah yang bernilaikan ibadah kepada Allah dengan benar.
Usaha untuk mendapatkan keselamatan di akhirat : Manusia haruslah mampu menerima dengan ikhlas apa saja yang Allah berikan atas hasil pelaksanaan tugas-tugas khalifah selama di dunia.

Untuk melaksanakan keduanya sangatlah penting bagi manusia untuk menyelaraskan kemauan dirinya dengan maunya Yang Maha Pencipta, yang menciptakan manusia. Manusia diciptakan untuk menjadi khalifah-Nya di muka bumi yang pelaksanaannya bernilaikan ibadah.

Dua mahluk sebagai pemeran utama di dunia yang dibebani tugas mengabdi kepada Yang Maha Pencipta adalah Jin dan Manusia (bukan berarti yang lainnya tidak mengabdi). Kedua mahluk ini mempunyai tugas masing-masing sebagai berikut:

TUGAS JIN & SEBANGSANYA:
-Memimpin manusia yang tidak taat dan tunduk kepada kekuasaan dan kebesaran Allah Yang Maha Besar (Allahu Akbar)
-Sebagai Tim Penguiji tingkat keimanan manusia kepada Allah Yang Maha Besar (Allahu Akbar).

TUGAS MANUSIA:
-Memimpin manusia yang mau taat dan tunduk kepada kekuasaan dan kebesaran Allah Yang Maha Besar (Allahu Akbar)
-Menjadi pemimpin yang ditunjuk oleh Allahu Akbar.

Kembali kepada pengertian “Ibadah” :
Perangkat ibadah adalah ucapan dan perbuatan. Ucapan mempunyai dua sifat yaitu ucapan yang baik dan ucapan yang buruk. Perbuatan juga mempunyai dua sifat yaitu perbuatan baik dan perbuatan buruk. Kedua perangkat ini apabila digunakan dan pelaksanaannya karena Allah, itulah yang dinamakan “Ibadah”.

Sasaran dan tujuan “Ibadah”
IBADAH JIN & SEBANGSANYA
Berucap baik dan buruk, berbuat baik dan buruk dilaksanakan karena Allah dengan tujuan untuk ketidak-baikan/kesesatan bagi umat manusia.

IBADAH MANUSIA
Berucap baik dan buruk, berbuat baik dan buruk dilaksanakan karena Allah dengan tujuan untuk kebaikan dan bukan kesesatan bagi umat manusia.

Demikianlah ceramah pengkajian pada malam minggu ke-2 ini kami sampaikan, apabila terdapat kekeliruan/kesalahan kiranya sahabat-sahabat berkenan membukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya. Masukan dan saran yang membangun senantiasa ditampung guna perbaikan dalam membuat ceramah di masa mendatang.

Akhirul kata,
Wabilahi taufik wal hidayah.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

TKP-PGRYCB